detakhukum.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan menyebut ada kesalahan input data kasus COVID-19 di Jawa Tengah dalam laporan kasus harian yang dirilis, Minggu, 29 November.
Pada 29 November, Kemenkes menuliskan data harian kasus positif COVID-19 di Jawa Tengah sebanyak 2.036 kasus dalam sehari.
“Ada yang salah input, ada data yang telat, ada data ganda juga. Kami menerima data dari daerah, kami rilis, ternyata dari rilis ada yang enggak pas, ya kami kasih tahu ke daerah,” kata plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes, Budi Hidayat seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (1/12/2020).
Budi menyebut, kesalahan input tersebut berasal dari dinas kesehatan (Dinkes) tingkat kabupaten di Jateng.
“Kami mendapat data yang sudah terverifikasi dari bawah ke atas, sehingga Kemenkes hanya menampilkan,” kata Budi.
Sementara itu, kasus konfirmasi positif harian per hari ini 5.092 sehingga totalnya 543.975 kasus.
Penambahan juga terjadi pada pasien meninggal yang bertambah 136 menjadi 17.081 orang dan pasien sembuh bertambah 4.361 totalnya menjadi 454.879.