Pada dasarnya semua orang terlahir jomblo. Tapi banyak orang diluar sana yang takut jadi jomblo, mendiskreditkan jomblo, menghina jomblo. Seakan-akan jomblo itu virus yang harus dijauhi.
Padahal jomblo itu belum tentu tidak bahagia dan punya pasangan juga belum tentu bahagia. Bahagia itu kita yang ciptakan, bukan orang lain. Mulai lah bahagikan dirimu sendiri, lalu akan datang orang yang tepat untuk melengkapi kebahagianmu.
Padahal jomblo itu kesempatan untuk:
- Memahami diri
- Menemukan jati diri
- Menentukan tujuan hidup
- Membangun Kepercayaan diri
Setelah memahami dan menemukan jati diri, kamu jadi tahu siapa yang pantas ada disisimu. Setelah memahami apa tujuan hidupmu, kamu jadi yakin siapa yang akan mendampingimu mencapai tujuan itu. Dan dengan percaya diri, kamu gak akan minder buat deketin siapapun.
Dengan demikian kamu akan punya standar yang sesuai dengan dirimu, gak ketinggian, gak kerendahan. Kamu gak akan asal dalam mencari pendamping hidupmu.
Banyak diluar sana orang yang punya pasangan tapi tidak bahagia. Mau ngumpul sama teman, gak boleh sama pasangannya. Pergi ke indomaret beli kinder joy, dicariin dan disuruh pulang. Mau ganti channel TV? mana berani.
Manfaatkan kebebasanmu saat masih jomblo untuk jadi versi terbaik dari dirimu. Lebih baik sendiri dulu daripada jalan sama orang yang salah. Tapi ingat, jangan mengingkari fitrahmu sebagai manusia.
Kamu butuh pasangan, kamu butuh seseorang disampingmu, kamu gak bisa hidup selamanya sendirian, kamu juga butuh berkembang biak. Jika memang kamu rasa waktunya sudah tepat, maka menikahlah dan sempurnakan agamamu. Ok Tong? Toss dulu.